Dari Ladang ke Ketahanan Negara: Saat Polisi Turun Tangan Menjaga Pangan

Jember, – Di tengah upaya besar menjaga stabilitas pangan nasional, peran kepolisian tidak lagi sebatas penegakan hukum. Keterlibatan aktif dalam forum koordinasi lintas sektor di tingkat daerah menempatkan Polri sebagai elemen strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pangan—dari hulu hingga hilir.

Langkah konkret itu terlihat di Desa Tugusari. Bhabinkamtibmas Tugusari Polsek Bangsalsari Polres Jember, Aipda Andri Widiatmoko, turun langsung ke lapangan melakukan monitoring lahan jagung milik warga binaannya. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga di tengah berbagai tantangan.

Dengan menyapa petani di tengah hamparan jagung yang mulai tumbuh subur, Aipda Andri juga memberikan motivasi serta pendampingan agar para petani semakin semangat dalam mengelola lahannya. Kehadiran polisi di tengah masyarakat ini menjadi simbol sinergi antara aparat dan warga dalam menjaga ketahanan pangan dari level paling dasar.

Lebih dari itu, peran Polri dalam mendukung swasembada pangan juga diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai forum koordinasi lintas sektor. Di sinilah berbagai pihak—mulai dari pemerintah daerah, dinas pertanian, hingga kelompok tani—berkolaborasi merumuskan langkah strategis menghadapi potensi krisis pangan.

Upaya seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Tugusari ini menjadi potret nyata bahwa menjaga ketahanan pangan bukan hanya tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama. Dari ladang jagung di desa, kontribusi kecil itu menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita besar: Swasembada Pangan bagi Negara Republik Indonesia. (AR)