Viral Pocong di Patrang Jember Dipastikan Hoaks, Polisi Ungkap Video Hasil Editan AI

Jember, – Maraknya isu penampakan pocong yang beredar di berbagai daerah melalui video media sosial belakangan ini dipastikan merupakan informasi hoaks yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian publik. Hal tersebut terbukti dari banyaknya video viral yang telah ditelusuri aparat kepolisian dengan mendatangi langsung lokasi kejadian serta mengonfirmasi para pembuat konten tersebut.

Di Kabupaten Jember sendiri, masyarakat sempat dihebohkan dengan beredarnya video viral penampakan pocong di wilayah Kelurahan Patrang yang tersebar luas di berbagai media sosial, salah satunya melalui akun Instagram Explore Jember. Video tersebut sempat menimbulkan keresahan dan ketakutan di tengah masyarakat.

Menindaklanjuti hal tersebut, Polres Jember melalui Satbinmas bersama perangkat Kelurahan Patrang langsung bergerak cepat mendatangi lokasi yang disebut dalam video viral tersebut. Kegiatan itu melibatkan Lurah Patrang Hariyono, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RW, hingga Ketua RT setempat guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Kasat Binmas Polres Jember AKP Agus Yudi Kurniawan menjelaskan bahwa video penampakan pocong tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Berdasarkan hasil klarifikasi, awal mula video itu dibuat oleh seorang pemuda berinisial ALF bersama teman-temannya dengan cara memfoto lalu mengedit sosok menyerupai pocong menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) di sebuah rumah milik LNL di Jalan Merpati, Kelurahan Patrang, Jember.

“Awalnya hanya dibuat untuk story WhatsApp, namun kemudian menyebar luas ke berbagai media sosial hingga menimbulkan keresahan masyarakat,” jelasnya. Minggu, (24/5/2026)

AKP Agus Yudi Kurniawan juga menegaskan bahwa langkah cepat Satbinmas dilakukan sebagai bentuk tindakan preventif dan respons cepat kepolisian dalam menindaklanjuti keresahan masyarakat akibat beredarnya video editan AI yang berpotensi menimbulkan teror, kepanikan, gangguan keamanan, serta informasi menyesatkan di tengah masyarakat.

Polres Jember pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya terhadap informasi maupun video viral yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk tidak menyebarkan konten yang dapat memicu keresahan publik tanpa melakukan pengecekan fakta terlebih dahulu. (AR)